Review: Smartband F1, Alternatif Termurah Untuk Menemani Jogging

Review: Smartband F1, Alternatif Termurah Untuk Menemani Jogging

Smartband F1 – Apakah Anda mencari smartband alternatif yang murah? Smartband F1 mungkin tepat untuk Anda coba. Wearable device ini dibanderol dengan harga yang sangat murah, yakni di kisaran Rp100.000-Rp130.000.
Harganya mungkin membuat Anda ragu. Apalagi, smartband murah rata-rata seperti besutan Xiaomi atau Huawei dan Honor dibanderol di kisaran harga Rp. 300.000-Rp. 400.000. Kita sama. Sampai saat itu, kami mencoba sendiri Smartband F1 dan mengetahui kelebihan dan kekurangannya.
Dalam pengalaman kami menggunakan gelang pintar ini, fitur standar smartband juga cukup banyak untuk menemani aktivitas olahraga khususnya jogging. Dengan begitu, Anda bisa mulai berlari tanpa harus mengeluarkan uang terlalu banyak. Ambil saja sepatu lari Anda, dan gunakan smartband murah ini untuk menghitung jarak tempuh Anda.
Ingin tahu bagaimana rasanya menggunakan smartband murah ini? Langsung cek review Smartband F1 ini.
Ingat harganya paling murah, kami tidak terlalu berharap desain Smartband F1 sebagus yang dibuat oleh pemasok besar yang sudah populer. Namun ternyata bentuknya lebih baik dari yang diperkirakan.
Lupakan rencana bagus dan premium. Saat wearable ini sampai di kantor Bukareview, kami melihat kemasannya hanya berupa kardus sederhana, tipis, dan terlihat sangat “murah”. Di dalamnya terdapat unit smartband khusus, pengisi daya energi, dan manual kertas dalam bahasa Cina dan Inggris.
Namun dari segi desain, Smartband F1 bisa dibilang memiliki bentuk yang mirip dengan Honor Band 3, namun dengan ukuran yang lebih besar. Memiliki bentuk benar-benar jauh dari buruk. Hanya ukuran Smartband F1 yang besar sehingga terlihat mencolok di pergelangan tangan Anda. Kemungkinan akan sedikit tersangkut jika menggunakan jaket/sweater berlengan sempit.
Strap atau strap pada smartband ini menempel cukup kuat. Sepertinya kamu bisa menukar strap bawaan ini dengan strap lain dengan warna berbeda. Bahannya adalah karet, dengan bagian dalam yang halus dan struktur bagian luar yang kasar. Kemungkinan akses sekaligus membuatnya tidak licin.
Dan monitornya, ternyata memiliki ukuran yang sangat kecil. Jika Anda menyinari bagian samping monitor, Anda dapat melihat bahwa 1/3 permukaan Smartband F1 kosong, lalu di bawahnya ada monitor kecil yang berlanjut dengan panel sentuh multi-fungsi.
Monitor itu sendiri tidak menerima perintah sentuh yang sama. Namun, dapat menampilkan informasi tentang waktu, jumlah cara, detak jantung per menit, kandungan oksigen darah, tekanan darah, dan menghitung jam tidur. Navigasikan untuk menelusuri beberapa informasi itu, semuanya hidup/mati hanya dengan menyentuh panel multi-fungsi tadi.
Pindah ke bagian bawah unit ini, Anda akan menemukan sensor pemindai. Ukuran sensor ini juga cukup besar dan mencolok. Nantinya, sensor berikut akan memindai data untuk menyajikan semua informasi yang disebutkan sebelumnya.

See also  Ulasan HONOR Band 5 – Smartband Lengkap dengan Harga Terjangkau

Fitur Smartband F1 Lengkap

Smartband F1 Sensornya cukup besar dan mencolok (foto: BukaReview/Yoga Hastyadi W)
Soal fitur, Smartband F1 ini komplet. Jumlah cara, detak jantung per menit, kandungan oksigen (SpO2), tekanan darah (mm Hg), dan menghitung durasi tidur. Semua fitur standar yang bisa Anda dapatkan di smartband lain. Bahkan terkadang, beberapa smartband tidak memiliki fitur untuk mengukur kandungan oksigen dan tekanan darah.
Kami mencoba menggunakan Smartband F1 ini untuk sekedar jogging jarak pendek. Perhitungan cara penyajiannya terasa cukup tepat. Kami berjalan sekitar 1 km dan penghitung jalan menunjukkan 1.340 arah.
Ada sedikit catatan, saat digunakan untuk aktivitas (bukan jogging atau jalan-jalan), perhitungannya naik Smartband F1. Sepertinya sensornya cukup sensitif. Meski tidak sampai menambah jumlah cara karena hanya gelang yang digoyang.
Pemindai detak jantung juga cukup presisi. Sesaat sebelum memulai aktivitas, Smartband F1 membaca detak jantung kita di kisaran 68-77 dalam posisi duduk istirahat. Kemudian setelah jogging, lompat dan angkat beban, pembacaan detak jantung naik ke rentang 81-118. Cukup logis.

Referensi Smartband F1

Kami mencoba fitur pemindai SpO2 tetapi dalam keadaan istirahat cukup lama, sekitar 15 menit. Kandungan oksigen dalam darah hasil pengukuran Smartband F1 menunjukkan angka 95%.
Sementara itu, kami menguji sensor tekanan darah saat istirahat sebelum bergerak, dan sekitar 2 menit sesudahnya. Saat istirahat, sensor menunjukkan pembacaan 118/30 dan 122/30. Kemudian setelah dipindahkan menunjukkan pembacaan 128/27, 122/27, hingga setelah 5 menit turun menjadi 118/27.
Kami tidak dapat memverifikasi keakuratan pembacaan tekanan darah itu. Tentunya perlu ada perbedaan dengan didampingi oleh para dokter yang ahli dalam hal ini untuk mengetahui bagaimana sebenarnya pembacaan kandungan oksigen dalam darah dan tekanan darah tersebut.
Namun masalah pembacaan tekanan darah, dapat disimpulkan bahwa Smartband F1 dapat menunjukkan peningkatan tekanan darah yang biasa terjadi setelah berolahraga. Selanjutnya menunjukkan pengurangan. Tapi semuanya tidak menunjukkan apakah bacaannya benar.
Oh ya, Anda bisa memasukkan semua bacaan dari Smartband F1 dan membacanya melalui program Wearfit. Program besutan Tencent ini dapat terhubung ke perangkat wearable, baik melalui Android maupun iOS. Klik tautan ini jika Anda ingin segera mengambil Wearfit untuk Android, dan tautan ini untuk iOS.
Kelemahan yang Penting untuk
Anda Ketahui Setelah mengetahui kelebihan Smartband F1 yang kami sampaikan di atas, kini saatnya membahas beberapa kekurangan yang kami dapatkan. Hal-hal yang menurut kami umum ditemukan di wearable murah semacam ini.
Kekurangan yang paling mencolok adalah masalah alur navigasi dan performa Smartband F1. Anda mungkin tidak memiliki masalah dengan desain, serta masalah menghitung jarak yang bekerja dengan baik.
Namun navigasi Smartband F1 tidak semulus produk yang sama dan lebih mahal. Misalnya, ketika Anda ingin menghitung jumlah detak jantung per menit, Anda harus melakukannya melalui program Wearfit.
Proses membaca juga sangat lama. Pembacaan detak jantung, ketika kami mencobanya, membutuhkan waktu sekitar 40 detik untuk menghasilkan hasil. Seperti halnya pembacaan kandungan oksigen dalam darah dan tekanan darah, dibutuhkan waktu yang kurang lebih sama.
Masalah dengan program Wearfit adalah cara kerjanya berbeda dengan program yang dibuat oleh produsen smartband lain. Anda dapat menghubungkan Wearfit dengan berbagai jenis smartband, selama memiliki jaringan Bluetooth. Maka tidak ada akun di dalamnya. Kemudian setelah Anda menghubungkan Smartband F1, data Anda akan ada di sana. Tetapi jika Anda menghapus Wearfit dari ponsel Anda, semua data tadi akan hilang dan tidak dapat dipulihkan.Review: Smartband F1, Alternatif Termurah Untuk Menemani Jogging

See also  Perbandingan antara Apple iPhone 8 Plus dan Samsung Galaxy Note8 dengan Kamera Penuh

Ringkasan Review Smartband F1

Menurut kami, Smartband F1 ini masih berguna untuk Anda. Terlebih lagi jika Anda hanya mencari gelang murah yang dapat menghitung jarak lari dan memasukkannya ke dalam program perekaman di ponsel Anda. Karena itu, kisaran Rp100.000-Rp140.000 tidak merogoh kocek Anda dan Anda dapat menyalurkan lebih banyak dana untuk membeli sepatu lari.
Namun tentunya jika Anda membutuhkan smartband yang bagus yang bisa digunakan untuk berenang dan menemani kerja, hindari produk yang satu ini. Anda tidak mendapatkan fitur-fitur canggih di kisaran harga Rp100.000-Rp140.000.
Untuk fitur terbaru, yang dapat menghitung jarak tempuh Anda saat berenang, dapat diinstal program yang membantu produktivitas dan kesehatan di tempat kerja, Anda perlu mengeluarkan lebih banyak uang. Misalnya, pilih Fitbit Versa yang harga resminya di atas Rp. 3.000.000.
Terlepas dari kelebihan dan kekurangan produk smartband, semuanya pasti akan kembali ke kebutuhan Anda. Sehebat apapun suatu produk, hanya akan bermanfaat jika sesuai dengan minat dan kebutuhan Anda.
Bagaimana menurut Anda, apakah Smartband F1 menarik untuk dicoba? Anda dapat membeli langsung dari referensi kami atau memilih smartbant lain.

Check Also

5 Tips Wanita Menjaga Kesehatan dan Ketahanan Tulang di Masa Normal Baru

5 Tips Wanita Menjaga Kesehatan dan Ketahanan Tulang di Masa Normal Baru

Selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), masyarakat dihimbau untuk tidak keluar rumah demi memutus …

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Recent Comments

No comments to show.